Page3
Saya lahir dan besar di Jakarta pada tahun 1954. Tapi pada kurun waktu tahun 1964 sampai tahun 1966 Saya pernah tinggal bersama nenek di sebuah kampung bernama Ombilin di tepi danau Singkarak Sumatera Barat. Waktu itu saya baru berumur 10 tahun dan duduk di kelas IV SD.
Banyak hal unik saya alami yang ingin saya ceritakan selama tinggal bersama nenek selama kurang lebih 3 tahun, sebelum semuanya terlupakan.
Kakek sudah lama meninggal, dan Nenek tinggal seorang diri di sebuah rumah kayu beratap seng yang sederhana berukuran kira-kira 5 x 8 meter. Kecil tapi berdiri di atas tanah yang lumayan luas yang di tumbuhi banyak pohon buah-buahan seperti mangga, belimbing, jambu air, jambu kelutuk (batu), kelapa dll.
Posisi rumah berada di kaki bukit menghadap ke utara dan berhadapan langsung dengan jalan raya dan jalan kereta api. Belakang rumah berbatasan langsung dengan tepian danau. Hal inilah yang paling menarik tinggal bersama nenek. Sebelum berangkat memang saya diiming-imingi bahwa tinggal bersama nenek nanti bisa puas makan bermacam-macam buah termasuk kelapa muda kesukaan saya dan berenang setiap hari di danau. Tidak semua penduduk kampung beruntung memiliki tempat tinggal di tepian danau. Namun demikian tidak berarti kami memiliki tepian danau itu sendiri. Semua orang sekitar berhak atas tepian danau karena disitulah satu2nya sumber air yang dipergunakan bersama-sama dari memasak, mencuci bahkan maaf, membuang hajat!
Kemunduran
Dari Daerah Khusus Ibukota ke sebuah kampung di luar Jawa tentu saja kita mengalami banyak kemunduran dalam banyak hal. Apa lagi saat itu di Jakarta kita baru saja menikmati adanya televisi dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games IV. Namun demikian justru itulah banyak pengalaman menarik yang ingin saya ceritakan pada blog ini.
Mancing
Anda mengenal ikan bilih? Ikan kecil sebesar jari tangan orang dewasa yang rasanya lezat dan pada kira-kira 10 tahun terakhir ini terkenal di seluruh negeri penggemar masakan Padang.
Pada tulisan ini saya ingin bercerita bagaimna pengalaman saya memancing ikan bilih di danau Singkarak.
Beberapa hari setelah tinggal bersama nenek, suatu hari saya melihat seseorang sebaya saya di belakang rumah di tepi danau terlihat seperti sedang memancing. Saya tidak terlalu yakin karena apa yang menjadi peralatan yang digunakan terlihat sederhana, tidak seperti yang biasa kita lihat.
Comments
Post a Comment